Sebab-sebab Lapang Dada

Ikhwan dan Akhawat fillah…

 

📎 Ketahuilah, bahwa lapang dada adalah satu kondisi yang menjadikan sesorang mampu melaksanakan keta’atan kepada Allah Ta’ala dengan semaksimal mungkin. Dia mampu mendidik anak-anaknya dan memberikan perhatian untuk kemaslahatan mereka. Juga dengan lapang dada seseorang bisa melaksanakan berbagai macam tugas kewajibannya, baik kecil maupun besar.

Lapang dada merupakan karunia pemberian Allah Ta’ala, perhatikanlah doa dan permohonan Nabi Musa ‘alaihis salam tatkala Allah Ta’ala memerintahkannya untuk melaksanakan tugas yang begitu berat; yaitu mendatangi Fir’aun yang sudah melampaui batas,

اذهب إلى فرعون إنه طغى

“Pergilah kamu kepada Fir’aun, karena dia telah berbuat melampui batas“. (QS. Thaha:24).

Suatu tugas yang sangat berat, dan besar, tatkala Allah Ta’ala perintahkan hal itu dia berkata,

رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري

“Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku“. (QS. Thaha:25-26).

Dan tidak diragukan lagi bahwa lapangnya dada merupakan karunia Allah Ta’ala dan taufik dari-Nya, dengan mengusahakan sebab-sebabnya. Diantara sebab-sebab agar dada menjadi lapang:

1. Mentauhidkan Allah Ta’ala dan mengikhlaskan agama bagi-Nya, menujukan ibadah hanya kepada-Nya, dan menjauhi kesyirikan baik kecil maupun besar.

2. Cahaya keimanan yang Allah berikan pada hati seorang hamba.

3. Ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari al-Quran dan sunnah Nabi صلى الله عليه و سلم.

4. Inabah (kembali) kepada Allah Ta’ala dan cinta kepada-Nya, serta mendahulukan cinta kepada Allah dari pada cinta kepada selain-Nya.

5. Konsisten dan terus-menerus dalam dzikir kepada Allah Ta’ala dan memberikan perhatian yang besar dalam hal itu.

6. Berbuat baik kepada semua makhluk, sesuai dengan kemampuannya, baik dalam bentuk harta, pertolongan, kedudukan dll.

7. Keberanian dan kuatnya hati (tidak pengecut).

8. Menghilangkan kedengkian (penyakit hati).

9. Meninggalkan fudhul (berlebih-lebihan), baik ucapan, pandangan mata, pendengaran, ataupun makanan.

10. Baik dalam ittiba‘ (mengikuti) Nabi صلى الله عليه و سلم.

Semoga bermanfaat…

📚 (Disarikan dari kajian Syekh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr)
[11:59 AM, 11/18/2017] +62 815-1006-3342:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *